Kamis, 29 November 2012

Wisata Bersejarah

Istana Kesultanan Kadariah

Istana Kesultanan Kadariah Pontianak merupakan istana peningalan masa kerajan Kadariah yang terletak di pusat kota pontianak dan di tepi sungai kapuas letaknya di tepi sungai kapuas menjadikan tempat ini sangat nyaman jika di kunjungi sore hari sekedar menghabiskan waktu sore kata orang pontianak jika kamu ke kota pontianak belum ke kraton ini maka kamu di katakn belum sampai ke kota pontianak.Source:http://mkaruk.com/kalimantan-barat/1162-pontianak


Museum Negeri Kalbar

Kota Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Luasnya mencapai 107,82 kilometer persegi. Kota itu sering disebut sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi.Selain garis khatulistiwa, Pontianak dilalui Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Karena posisinya yang cukup unik tersebut, tak mengherankan bila Pontianak mungkin terdengar sedikit lebih istimewa jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Pulau Kalimantan.Salah satu lokasi wisata di Pontianak yang layak dijadikan referal liburan anda adalah Museum Negeri Pontianak, Propinsi Kalimantan Barat. Museum yang dibangun pada tahun 1975 ini, mulai difungsikan pada 4 Oktober 1983 dan sering dikunjungi oleh para wisatawan.Bangunannya didesain dengan arsitektur tradisional dan modern. Pengelolaan Museum Negeri Propinsi Kalimantan Barat tersebut, kini ditangani oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sehingga kenyamanan para pengunjung akan terjamin dengan sendirinya.Museum yang beralamat di  Jl. Jenderal A. Yani Pontianak, Kalimantan Barat ini pun, memiliki keunikan yang dapat dipertontonkan untuk anda; ruangan pameran tetap, kontemporer, ruang administrasi, storage, perpustakaan bahkan auditorium. Selain itu, berbagai koleksi tersedia di depan mata anda; dari sekedar miniatur, Prasejarah, Fiologika, Teknologika, Etonografika, Historika, Numismatika dan Keramologika.Source:http://disbudpar.kalbarprov.go.id/obyek-wisata/58-museum-negeri-pontianak.htmlMuseum Dara Juanti

Sebagai salah satu peninggalan sejarah di Kota Sintang, Istana Al Mukarramah yang sekarang ini menjadi Museum Dara Juanti, menyimpan banyak cerita. Istana yang terletak tidak jauh dari Pusat Kota itu tepatnya di Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, menyimpan banyak bukti rekam jejak peradaban Sintang masa lalu.Kabupaten Sintang merupakan bekas kerajaan dengan istana sebagai peninggalannya yang sampai sekarang masih utuh. Bekas Istana Kerajaan Sintang itu kini dikelola Pemkab Sintang untuk menyimpan benda-benda peninggalan sejarah. Sampai saat ini, kompleks Istana Sintang masih terawat dengan baik. Bahkan menjadi kediaman Sultan Sintang, yaitu Pangeran Ratu Sri Negara H.R.M Ikhsan Perdana.Di museum ini dapat dijumpai berbagai benda sejarah, seperti gundukan tanah yang berasal dari kerajaan Majapahit, Meriam Raja Suka, Meriam Anak Raja Suka sebanyak 7 buah, Meriam Raja Beruk, Kampak Batu, Alat Musik Suku Dayak yaitu Kecapi dan lain-lain.Selain itu, terdapat pula macam-macam benda-benda bersejarah di istana ini, antara lain sebuah meriam dan situs batu kundur, yaitu sebuah batu peninggalan Demong Irawan sebagai lambang berdirinya Kerajaan Sintang.Di serambi depan istana, terdapat salinan Undang-undang Adat Kerajaan Sintang, serta silsilah raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Sintang. Ada pula koleksi meriam dalam berbagai ukuran, peralatan-perlatan dari logam seperti talam, kempu, dan bokor, koleksi senjata seperti tameng dan tombak, naskah Al-Quran tulisan tangan pada masa Sultan Nata, berbagai macam stempel dan surat-surat kerajaan, serta foto-foto dan lukisan Raja-raja Sintang.Istana ini juga masih menyimpan barang-barang hantaran Patih Logender (seorang perwira dari Majapahit) ketika meminang Putri Dara Juanti (putri Demong Irawan—pendiri Kerajaan Sintang), antara lain seperangkat gamelan, patung garuda dari kayu, serta gundukan tanah dari Majapahit.Source:http://disbudpar.kalbarprov.go.id/where-to-go/sintang/244-museum-dara-juanti.html

Makam Juang Mandor

Makam Juang Mandor merupakan bukti sejarah tragedi kekejaman masa penjajan Jepang. Tidak heran atas kekejaman ini, hampir satu generasi orang-orang pintar di Kalimantan Barat ini hilang.Yang dibunuh dimasukan dalam 10 makam itu puluhan ribu orang dari berbagai kerajaan, cendikiawan, dan masyarakat yang berpengaruh baik dari etnis Melayu, Dayak, dan Cina dari seluruh daerah Kalimantan Barat.Mereka dibawa dan dibunuh dengan cara kepala ditutup dengan karung lalu dipengal dan dimasukan ke dalam lobang kuburan/kuburan masal sebanyak 10 lubang kuburan.Makam juang Mandor merupakan akibat terjadinya peristiwa pembunuhan massal pada 28 Juni 1944 oleh penjajahan Jepang. Menurut catatan sejarah sebanyak 21.037 korban pembunuhan tersebut dimakamkan di 10 makam ini.Lokasi ini terletak di Desa Mandor Kecamatan Mandor. Setiap tanggal 28 Juni, dilakukan upcara di makam tersebut, mengenang tragedi berdarah Mandor. Makam Juang Mandor ini terletak 70 Km dari Ngabang, cukup mengunakan mobil selama 1, 5 jam kita sudah sampai di lokasi ini.

Source:http://canon-xp.blogspot.com/2012/01/museum-kapuas-raya-sintang.html

Bagikan Artikel Ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar