Sabtu, 24 November 2012

Taman Nasional

1.Taman Nasional Danau Sentarum

Taman Nasional Danau Sentarum terletak di kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat.Kawasan Danau Sentarum merupakan gabungan dari beberapa danau besar dan kecil.Kawasan ini ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1999 yang memiliki luas 132.000 hektar yang terdiri dari 89.000 hektar hutan rawa tergenang dan 43.000 hektar daratan.Danau ini terletak disebelah cekungan Sungai Kapuas,yaitu sekitar 700 km dari muara menuju laut cina selatan.
Danau ini dibatasi oleh bukit-bukit dan daratan tinggi sehingga kawasan ini merupakan daerah tangkapan air dan sekaligus sebagai pengatur tata air daerah aliran sungai(DAS)kapuas.Oleh karena itu sungai kapuas bergantung kepada danau ini.pada musim penghujan,kedalaman danau ini bisa mencapai 8 meter.Tapi bila pada musim kemarau,air didanau ini mengering meninggalkan beberapa alur sungai kecil ditengahnya karena pada saat musim kemarau tanpa hujan sedikitpun,air di sungai kapuas juga menyusut sehingga air di danau sentarum ini mengalir ke sungai kapuas,Sehingga pada musim kemarau danau ini berubah menjadi daratan yang luas dan ikan-ikan di danau ini terlihat di genangan-genangan air.Tidak seperti danau pada umumnya yang airnya berwarna jernih.Air di danau ini berwarna hitam kemerahan dikarenakan mengandung tannin karena dekat dengan hutan gambut.Kawasan Taman Nasional ini beberapa flora dan fauna endemik seperti tumbuhan tembesu atauTengkawang,jelutung,meranti,ramin,keruing dan lainnya.Selain flora,pengunjung bisa menemukan fauna khas kalimantan seperti bekantan,siamang,orang utan,tupai,macan pohon,tupai besar,beruang madu,buaya dan beberapa jenis spesies burung.Dan yang paling terkenal adalah jenis ikan arwana yang dipasaran harganya selangit.Karena kawasan ini merupakan taman nasional,ada beberapa objek wisata selain danau sentarum itu sendiri seperti Bukit lanjak,Nanga Kenelang,Bukit Tekenang.Menggunakan sampan menyusuri danau sambil mengamati pemandangan alam berikut flora dan faunanya seperti hal yang sangat menyenangkan.Untuk mencapai lokasi tamana nasional ini,kita bisa menggunakan mobil dari Kota Pontianak melewati Sintang menuju Semintau dengan lama perjalanan 11 jam.Atau bisa juga menggunakan longboat dari Sintang menuju Semintau dalam waktu 7 jam.Tapi harus dilanjutkan lagi dari Semintau menuju Landak menggunakan perahu motor.Pengalaman menuju landak tidak terlupakan seperti kita menonton acara Discovery di televisi.

2.Taman Nasional Gunung Palung

Taman Nasional Gunung Palung merupakan taman nasional yang terletak di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.Kawasan ini dikukuhkan sebagai kawasan taman nasional pada 24 Maret 1990 melalui SK Menteri Kehutanan No. 448/Kpts-II/1990.Luas wilayah kawasan ini adalah 90.000 ha.Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan terdiri dari berbagai jenis ekosistem.Hutan di kawasan taman nasional ini terdiri dari hutan rawa, rawa gambut,hutan rawa air tawar, hutan mapah tropika, hutan mangrove, dan hutan pegunungan.Beberapa jenis tanaman yang ada di Taman Nasional Gunung Palung ini adalah jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonistylus bancamus), damar (Agathis berneensis), pulai (Alstonia scholaris), rengas (Gluta renghas), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), tanaman bakau (Rhizopora spp.), kendeka (Bruguiera spp.), dan berbagai tanaman obat.Selain itu, kawasan ini menjadi habitat beberapa golongan primata, misalnya orang utan (Pongo pigmaeus), bekantan (Nasalis larvatus), beruk (Macaca nemestrina nemestrina), owa (Hylobathes agilis), dan kelasi (Hylobathes frontata). Ada pula berbagai jenis hewan lain, misalnya beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), klampiau (Hylobates muelleri), kukang ((Nyticebus coucang borneanus), kijang (Muntiacus muntjak pleiharicus), kancil (Tragulus napu borneanus), bajing tanah bergaris empat (Lariscus hosei), ayam hutan (Gallus gallus), rangkong badak (Buceros rhinoceros borneoensis), enggang gading (Rhinoplax vigil), kura-kura gading (Orlitia Borneensis), penyu tempayan (Caretta caretta), buaya siam (Crocodylus siamensis), tupai kenari (Rheithrosciurus macrotis), dan sekitar 200 jenis burung.Taman Nasional Gunung Palung juga telah menjadi salah satu kawasan konservasi orang utan di Indonesia. Taman nasional ini menjadi habitat bagi 10 persen dari populasi orang utan yang hidup di dunia (Berkmoes et.al, 2010). Orang utan yang hidup di kawasan ini adalah orangutan jenis Pongo pygmaues wumbiiDi kawasan Taman Nasional Gunung Palung, terdapat satu spesies anggrek, yakni Anggrek Hitam (coelogyne pandurata), yang banyak terdapat di sekitar Sungai Matan. Anggrek Hitam biasanya mekar selama 5-6 hari di bulan Februari hingga April. Spesies ini dinamakan Anggrek Hitam karena ada warna hitam pada bagian tengah bunganya. Tentu akan sayang sekali jika para pencinta tanaman anggrek melewatkan saat-saat bunga itu mekar.Selain kawasan hutan yang masih alami, Taman Nasional Gunung Palung juga menawarkan berbagai obyek wisata lain yang mempesona, di antaranya Pantai Pulau Datok, air terjun, keanekaragaman berbagai satwa, dan kebudayaan masyarakat sekitar. Bagi Anda yang suka mendaki gunung, Anda dapat melakukan pendakian di Gunung Palung (116 m dpl) atau Gunung Panti (1050 m dpl).Selain untuk tujuan obyek wisata dan petualangan alam bebas, taman nasional ini juga menjadi pusat penelitian atas berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Pusat penelitian di kawasan ini adalah Stasuin Riset Cabang Panti, sebuah stasiun penelitian yang didirikan pada 1985 di sisi barat kaki Gunung Palung.Para wisatawan yang ingin berkunjung ke Taman Nasional Gunung Palung dapat menempuh beberapa jalur.Pertama, dari Pontianak menuju Ketapang dengan pesawat udara (2,5 jam) atau dengan Express Boat (6 jam). Kemudian, perjalanan dari Ketapang ke Teluk Melano ditempuh dengan minibus (2 jam). Perjalanan dari Teluk Melano ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung dapat ditempuh dengan Long Boat (6 jam).Kedua, perjalanan dari Pontianak ke Teluk Batang dapat ditempuh dengan menggunakan Express Boat (4 jam). Dari teluk Batang ke Teluk Melano, dapat ditempuh dengan minibus (1 jam), dan Teluk Melano ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung dapat ditempuh dengan Long Boat (6 jam).Tiket masuk kawasan Taman Nasional Gunung Palung adalah:Wisatawan internasional Rp 10.000/orang/entri dan wisatawan domestik Rp 1000/orang/entri.Kamera dan kamera video dikenakan biaya sebagai berikut:Biaya kamera digital atau kamera analog bagi wisatawan internasional Rp 25.000/unit, bagi wisatawan domestik Rp 2.500/unit.Kamera video untuk wisatawan internasional Rp.100.000/unit, kamera video untuk wisatawan domestik Rp 25.000/unit.Salah satu fasilitas yang ada di Taman Nasional Gunung Palung adalah Post Resort. Kawasan ini dikelola oleh para personel yang dilengkapi dengan peralatan komunikasi serta transportasi darat dan air. Selain itu, ada juga Shelter Wisata yang menjadi tempat rekreasi dan wisata alam. Fasilitas yang ada di Stasiun Peneliti Cabang Panti adalah fasilitas kamp peneliti, laboratorium, tempat tinggal pengelola, dan perpustakaan. Para wisatawan juga dapat menyewa rumah penduduk sebagai tempat tinggal atau tinggal bersama mereka (local home-stay), atau mendirikan kemah di lahan perkemahan. Selain itu, tersedia pemandu wisata yang akan mengantar Anda menjelajahi kawasan taman nasional ini.Source:http://www.permatabangsa.web.id/?p=2885

3.Taman Nasional Betung Karihun




Pada mulanya, Taman Nasional Betung Kerihun bernama Taman Nasional Bentuang Karimun. Namun pada tahun 1999, nama Taman Nasional yang wilayahnya memanjang dari barat ke timur ini dirubah menjadi Taman Nasional Betung Kerihun. Betung merupakan nama gunung yang berada di bagian barat kawasan dan Kerihun adalah gunung yang berada di bagian timur kawasan.Dengan luas 800.000 hektar serta letaknya yang berada di perhuluan sungai dan perbatasan negara membuat TNBK memiliki nilai strategis yang amat penting.Beberapa nilai penting tersebut antara lain;  pertama, sebagai sumber kehidupan  karena merupakan bank plasma (genetic resource)dan sumber air, kedua, TNBK sebagai focus area berbagai program konservasi seperti Heart of Borneo dan Kabupaten Konservasi, ketiga, berada dalam program nasional pengembangan wilayah perbatasan, keempat, sebagai nominasi warisan alam dunia lintas batas (trans-boundary rainforest heritage of borneo) dan kelima, sebagai salah satu target pembangunan taman nasional model. Dengan memiliki nilai strategis yang cukup tinggi ini TNBK cukup banyak mendapat perhatian, baik dari dalam maupun luar negeri.Di Indonesia ada beberapa kawasan taman nasional yang berbatasan langsung dengan negara tetangga  yaitu Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Kayan Mentarang yang berbatasan dengan Malaysia serta Taman Nasional Wasur yang berbatasan dengan negara Papua New Guinea. Dari ketiga taman nasional tersebut hanya TNBK saja yang secara langsung berbatasan dengan kawasan konservasi di Malaysia yaitu Lanjak Entimau Wildlife Sanctuary (LEWS).Karena posisi geografisnya yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi di negara Malaysia, seperti yang disampaikan dalam sambutan Menteri Kehutanan dan Perkebunan pada acara serah terima dokumen Development of Bentuang Kerimun Nature Reserve as a National Park, kawasan yang terbagi dalam 4 Sub DAS wilayah pengelolaan ini menjadi kawasan konservasi lintas batas (transboundary conservation area) pertama di Asia yang mempunyai ciri khas dan karakteristik spesifik berupa keanekaragaman hayati, kekayaan flora dan fauna serta keunikan budaya masyarakatnya. Kawasan konservasi lintas batas ini sendiri meliputi areal seluas 1.000.000 Ha yang mana 800.000 Ha berada di TNBK dan sisanya 200.000 Ha ada di LEWS Malaysia.Istilah HoB atau jantung borneo diinisiasi pertama kali secara resmi pada forum trilateral antara Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam yang bertema THREE COUNTRIES-ONE CONSERVATION VISION. Pada forum yang dilaksanakan tanggal 5-6 April 2005 ketiga Negara ini berkomitmen untuk melakukan upaya-upaya  konservasi dan  pembangunan secara berkelanjutan di kawasan jantung Borneo di perbatasan Republik Indonesia, Malaysia dan sebagian wilayah Negara Brunei Darussalam. Selang dua tahun kemudian tepatnya tanggal 12 Februari 2007 HoB dideklarasikan di Nusa Dua, Bali.Heart of Borneo atau Jantung Kalimantan ini sendiri  merupakan suatu upaya konservasi hutan lintas Negara Indo-Malayan di Asia Tenggara, tepatnya di Pulau Borneo, dengan areal seluas 220.000 km2 atau hampir sepertiga dari luas total Pulau Borneo, yang mencakup wilayah Indonesia (57,1% ), Malaysia (42,3%) dan Brunei Darussalam (0,6%).Tujuan dari pengelolaan area HoB ini yaitu :-Mendorong pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di dalam jaringan kawasan koservasi, kawasan lindung  serta hutan produksi dan areal penggunaan lahan lainnya.-Terwujudnya pelaksanaan kebijakan dan hukum yang mendukung pengelolaan berkelanjutan area HoB yag sesuai dengan perjanjian multilateral maupun bilateral yang ada.-Terwujudnya pembangunan berbasis kaidah-kaidah ilmiah dan kearifan local bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan pengelolaan berkelanjutan, perlindungan, pendidikan dan pelatihan, maupun kegiatan lainnya yang relevan dengan pengelolaan lintas batas, koservasi dan pengembagan wilayah di area HoB.Di wilayah Indonesia, kawasan HoB ini meliputi  sepuluh kabupaten dari 3 provinsi yaitu Katingan, Barito Utara, Gunung Mas dan Murung Raya di Kalimantan Tengah, Nunukan, Malinau dan Kutai Barat di Kalimantan Timur serta Kapuas Hulu, Melawi dan Sintang di Kalimatan Barat. Dari 10 kabupaten yang ada di Kalimantan tersebut  ada 2 kabupaten konservasi yang termasuk dalam kawasan HoB, yaitu Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat serta Kabupaten Malinau di Kalimantan Timur yang mana masing-masing kabupaten tersebut dideklarasikan sebagai kabupaten konservasi pada tanggal 1 Oktober 2003 dan 5 Juli 2005. Di Kapuas Hulu sendiri ada 2 kawasan konservasi, salah satunya adalah Taman Nasional Betung Kerihun.TNBK memerankan posisi yang penting di HoB. Hal ini  dapat dilihat dari coverage area seluas 800.000 hektar, kemudian tingginya keragaman biodiversity serta keragaman adat dan budaya masyarakat yang berada di sekitar kawasannya. Selain itu factor sebagai kawasan konservasi lintas batas juga membuat TNBK memiliki nilai tambah. Oleh karena itu, kawasan yang memiliki motto “Lestari Alamku, Lestari Adat dan Budayaku” ini dalam kiprah pengelolaannya selalu menyelaraskan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penetapan kawasan konservasi lintas batas maupun dalam program pengembangan HoB, diantaranya yaitu pengelolaan kawasan yang berbasis masyarakat, pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, program staff exchange dan studi banding ke kawasan konservasi di Malaysia, pengamanan wilayah perbatasan dengan melibatkan unsur masyarakat, TNI dan POLRI, serta mendorong penguatan hukum adat sebagai bagian dari kearifan local masyarakat. Kedepannya diharapkan dukungan penuh dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah serta lembaga swadaya masyarakat yang concern terhadap konservasi  dalam melakukan pengelolaan terhadap kawasan yang juga menjadi nominasi warisan alam dunia lintas batas ini. Source:http://buletinbetungkerihun.wordpress.com/2010/05/13/taman-nasional-betung-kerihun-kawasan-konservasi-lintas-batas-di-jantung-borneo/



Bagikan Artikel Ini :

6 komentar:

  1. Terlalu kecil nas tulisan nya,, demam baca nya! :D

    BalasHapus
  2. artikelnye bagus, biselah buat referensi yang mau jalan2..
    tpi sayangnye tulisannye kecil -_- sakit bacenye

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke indah nanti akan saya perbaiki tulisannya.thx for sarannya :)

      Hapus
  3. farmasi UNTAN mau ngadain explore Borneo loh.
    Pemetaan tanaman herbal di hutan-hutan yang ada di Kal-Bar
    Juli 2013 nanti

    Plan A di TNDS :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ouu yah kebetulan donk..jadi artikel saya ini bisa dijadikan referensi buat anak-anak farmasi untan yah..

      Hapus